Pages

Tuesday, April 30, 2013

Pentingnya Dakwah

Kita sepakat dan meyakini bahwa kita sesama manusia hidup saling membutuhkan satu sama lain. Ibarat satu tubuh, jika ada satu anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain juga ikut merasakan dan berupaya intuk mengobatinya. Begitu pula dengan kita sesama manusia jika ada saudara, teman, dan bahkan orang lain yang belum kita kenal sedang sakit; baik sakit jasmani maupun rohani, kita pun ikut merasakannya dan berupaya untuk mengobatinya juga. 

Sangat disayangkan jika kita hanya memperhatikan penyakit jasmani saja, sedangkan penyakit rohani belum banyak orang yang peduli. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan membahas tentang perlunya mengobati penyakit rohani masyarakat.

Yang dimaksud penyakit rohani adalah segala perbuatan manusia yang melanggar norma-norma, baik norma social, kesopanan, adat, maupun agama. Dalam hal ini, pembahasan saya pada norma agama Islam karena aturan Islam adalah bersifat universal dan merupakan aturan yang tertinggi dari setiap hukum yang berlaku di dunia.

Manusia yang mempunyai penyakit rohani berarti dia melakukan perbuatan yang melanggar aturan Alllah SWT dan Rasul-Nya sehingga mendatangkan dosa. Dosa dibagi menjadi 2 yaitu dosa kecil dan dosa besar. Dosa kecil dapat terhapus dengan ibadah/perbuatan baik sedangkan dosa besar dapat terhapus dengan bertaubat.

Akan tetapi, adakah jaminan setiap manusia yang melakukan suatu dosa, kemudian dia langsung melakukan perbuatan baik dan bertaubat? Jawabannya tentu beragam, ada yang jawab ya dan tentunya adapula yang menjawab tidak. Bagaimana dengan jawaban tidak? apakah kita biarkan saja orang yang melakukan dosa? Padahal jelas-jelas ada di depan mata kita?

Oleh sebab itu, diperlukan orang-orang yang dapat memperbaiki dan mengajak manusia untuk berbuat baik dan mencegah kemungkaran. Sebagimana firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 104:

“Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang mengajak (manusia) kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” 

Dalam ayat ini Allah SWT dengan tegas memerintahkan umat Islam agar mewujudkan suatu umat yang mendakwahkan Islam keseluruh dunia. Namun sayang, secara umum kita telah melalaikan perintah ini. Sebaliknya orang-orang non muslim justru sangat memperhatikannya.

Kewajiban dakwah adalah wajib bagi setiap muslim yang mampu. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim)

Penjelasan:
Dengan hati artinya tindakan aktif dan bukan pasif, senantiasa membencinya dan berusaha merubahnya seandainya ia sudah mampu atau berani. 

Namun, yang harus diperhatikan dalam berdakwah adalah tata cara yang benar menurut ajaran Islam. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah-lembut dalam menyuruh dan dalam melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap apa yang harus dilarang.” (HR. Ad-Dailami)

Demikian dari saya semoga kita dapat melaksanakan perbuatan yang sangat mulia ini yaitu dakwah dengan tata cara yang benar menurut ajaran Islam. 
 وَالْعَصْرِ.إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
.إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”

No comments:

Post a Comment